Ana Kagum Sama Dia
Sore itu saat tak sengaja lewat depan rumah seorang gadis manis yang sedang menyibukkan dirinya dengan menyapu, ana jalan2 santai berdua sama teman bermotor. Dari jauh ujung jalan mata Ana sudah tertuju pada gadis ini. Memang terlihat hanya dari belakang, tapi hati mengagumi apa yang terpancar dari busananya itu, dia muslimah, akhwat. Ana suka wanita yang berbusana muslimah seperti akhwat satu ini yang menggambarkan ketaatannya pada sang Khaliq, Ana sudah suka walau wajahnya belum terlihat jelas.
Motor kami semakin mendekati akhwat ini, wajahnya semakin jelas, selintas terlihat sangat jelas, ternyata Ana kenal sama dia, namun roda motor yang kami kendarai memaksa Ana untuk menjauhkan konsentrasi pandangan Ana padanya. “Ana kagum sama dia”, kalimat ini mengingatkan Ana pada semua dosa2 Ana dan ketidakpantasan Ana untuk berpikir bisa lebih dekat, lebih kenal, bahkan untuk bisa mendapatkan pendamping hidup seperti muslimah itu. “Siapalah diri ini?” dan “Seperti apakah pendamping Ana nanti?”, banyak pertanyaan seperti ini yang selalu ada tiap hari. Ana mendambakan Muslimah, namun ana bukan muslimin sejati. Ana menginginkan syurga yang Allah janjikan pada orang2 Sholeh, tapi keadaan ana saat ini sangat parah, pasir di bumi ini saja belum bisa mengalahi jumlah dosa yang ada pada catatan tangan kiri Ana ini.
Entahlah....
Ana memimpikan adanya istri sholehah yang bisa ngebangunin sholat tahajud, ngingatin sholat wajib dan ibadah lainnya dalam keluarga Ana nanti. Ana ingin sekali mendapatkan istri yang ikhlas ikut Ana berjuang melangkah bersama menuju syurga. Ana ingin berubah, Ana ingin bertaubat, setelah itu Ana ingin impian Ana terkabul dan mendapatkan wanita Sholehah seperti yang Ana pandangi sore itu. Ana yakin Allah maha kuasa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar